Sabtu, 06 Mei 2017

Jurnal Analisis Website Asuransi Pemerintah

ANALISIS WEBSITE ASURANSI PEMERINTAH
Nadya Nandini
nadyanandini28.blogspot.co.id, nadyandn28@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai perbandingan aktivitas beberapa website asuransi milik pemerintah menggunakan website alexa.com dan informasi mengenai tools atau model dari TQM yang paling cocok diterapkan pada website yang sudah kita analisa. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk mengetahui tingkat pengaksesan pengunjung terhadap website asuransi milik pemerintah. Metode penelitian menggunakan metode komparatif yaitu penelitian diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih website ada perbedaan dalam aspek yang diteliti. Setelah data-data penelitian terkumpul, kemudian website dari lembaga-lembaga asuransi pemerintah dianalisis dan ditentukan model TQM yang cocok untuk website.
Kata Kunci : Website Asuransi Pemerintah, Metode Komparatif, alexa.com, model TQM.

ABSTRAC
This research is intended to find out information about the comparison of some websites by using alexa.com website and information about tools or models from TQM which is most suitable to be applied to the site we have analyzed. The results of this study is very useful to determine the level of accessing visitors to the insurance website owned by the government. The method of research using the comparative method of research is directed to determine whether between two or more sites there are differences in aspects studied. After the research data collected, the websites of the government insurance agencies were analyzed and determined the appropriate TQM model for the website.
Keywords: Government Insurance Website, Comparative Method, alexa.com, TQM model.

1.      PENDAHULUAN
1.1.   LATAR BELAKANG
           Perkembangan teknologi informasi pada zaman sekarang cukup pesat, bahkan teknologi informasi dianggap suatu hal yang biasa dalam kehidupan. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat terus menerus setiap tahunnya mendorong sektor instansi pemerintah, organisasi ataupun lembaga – lembaga lainnya untuk menggunakan teknologi tersebut.
           Pesatnya perkembangan informasi yang terjadi pada sekarang ini perlu disiasati oleh lembaga-lembaga asuransi pemerintah. Lembaga-lembaga asuransi membutuhkan sebuah media guna menyebarluaskan informasi yang ada. Dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini maka perusahaan dapat membangun sebuah website yang dapat dengan cepat menyebarluaskan informasi dan mempermudah pelanggan yang ingin mengetahui sebuah informasi tanpa harus datang secara fisik ke lembaga terkait.

1.2.   BATASAN MASALAH
Batasan masalah dalam peneletian Analisa Website Asuransi Pemerintah yang meliputi :
a.       Penelitian ini membahas tentang perbandingan aktivitas dari beberapa website.
b.      Penelitian ini membahas tentang penggunaan model TQM yang cocok diterapkan pada website.

1.3.   TUJUAN PENELITIAN     
           Mengetahui informasi mengenai perbandingan aktivitas beberapa website asuransi milik pemerintah dalam segi peringkat, letak geografis pengunjung, usia pengunjung dan sebagainya menggunakan website alexa.com dan informasi mengenai tools atau model dari TQM yang paling cocok diterapkan pada website yang sudah kita analisa.

2.      METODE PENELITIAN
      Metode penelitian menggunakan metode komparatif yaitu penelitian diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih website ada perbedaan dalam aspek yang diteliti. Dalam Penelitian ini pun tidak ada pengontrolan variabel, maupun manipulasi dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alamiah, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan alat yang bersifat mengukur. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan diantara variabel-variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini alat penelitian yang digunakan adalah website alexa.com dengan membandingkan situs web PT. Asuransi Jiwasraya (www.jiwasraya.co.id), web PT. Jasa Raharja (www.jasaraharja.co.id), dan BPJS Kesehatan (bpjs-kesehatan.co.id).
      Pertama, dilakukan penelitian untuk website di web alexa.com dengan mengambil data peringkat dari website, letak geografis pengunjung, banyaknya pengunjung, kata kunci yang dicari pada search engine, jenis kelamin pengunjung, status edukasi pengunjung, tempat akses pengunjung dan subdomain yang dikunjungi pada website terkait.
       Langkah berikutnya adalah menentukan model TQM yang cocok. Dengan melihat tujuan dari lembaga asuransi pemerintah dan tujuan model TQM, diperoleh model TQM yang cocok digunakan untuk website lembaga asuransi pemerintah.
  
3.      HASIL DAN PEMBAHASAN
      Setelah data-data penelitian terkumpul, kemudian website dari lembaga-lembaga asuransi pemerintah dianalisis dan ditentukan model TQM yang cocok untuk website.
Analisis Website PT. Asuransi Jiwasraya
      Dari hasil analisis yang terdapat di website alexa.com dapat dilihat bahwa situs website PT. Asuransi Jiwasraya memperoleh peringkat lebih tinggi dari periode sebelumnya (Oktober 2016). Di pertengahan dari bulan Oktober 2016 hingga Januari 2017 sempat mengalami penurunaan dan hingga akhirnya meningkat tajam dari periode Januari 2017 hingga saat ini. Website tersebut peringkat 3.896 di Indonesia dan peringkat 266.461 di dunia dengan naik 401, 489 tingkat dari sebelumnya.
Gambar 1. Peringkat website PT. Asuransi Jiwasraya
Sumber : alexa.com (2017)

      Pengunjung website hanya tercatat dari Indonesia dengan persen pengunjung yaitu 95,4%. Dan untuk Bounce Rate yaitu 56,70% dan dibandingkan dengan periode sebelumnya (Oktober 2016) pengunjung yang melihat website tersebut meningkat 38% dan waktu pengunjungan meningkat hingga 37%.

Gambar 2. Letak geografis dan waktu kunjungan
Sumber : alexa.com (2017)

      Pengunjung yang datang dari search engine turun sebesar 45%. Berdasarkan kata kunci yang dicari pada search engine terlihat bahwa banyak orang mencari dengan kata “asuransi jiwasraya” sebanyak 31,97 %, dengan kata kunci “jiwasraya”  sebanyak 31,26%, kata kunci “pt asuransi jiwasraya” sebanyak 8,40%, kata kunci “jaim” sebanyak 4,06%, dan dengan kata kunci “kumpulan” sebanyak 3,40%.
Gambar 3. Asal pengunjung dan kata kunci teratas
Sumber : alexa.com(2017)

      Dari situs rujukan dapat dilihat lima situs yang paling banyak merujuk ke website jiwasraya.co.id yang pertama adalah mesin pencari google.co.id dengan 11,8 %, selanjutnya google.com dengan 7,6%, lalu detik.com dengan 5,6%, kemudian kompas.com dengan 3,9%, dan terakhir adalah dari viva.co.id 2,9%.
Gambar 4. Situs rujukan
Sumber : alexa.com(2017)

      Dalam Demografi, perbandingan pengunjung laki-laki dan perempuan seimbang. Untuk dalam hal edukasi, yang berkuliah lebih banyak mengakses dibandingkan dengan yang sarjana, lulusan sekolah, dan yang tidak kuliah. Dan berdasarkan tempat pencarian, untuk pengunjung yang mengakses ini lewat kantor lebih banyak dibandingkan dengan pengunjung di rumah dan sekolah.
      Jiwasraya memilik subdomain untuk bagian-bagian pengaturan websitenya. Dan yang paling sering dikunjungi adalah karir.jiwasraya.co.id dimana kunjungan tersebut adalah pendaftaran awal untuk menjadi karyawan asuransi jiwasraya.

Gambar 5. Data pengunjung dan subdomain yang dikunjungi
Sumber : alexa.com(2017)

Analisis Website PT. Jasa Raharja
      Berdasarkan data dari Alexa, Traffic dari website tersebut pada periode sebelumnya (Oktober 2016) dibandingkan dengan periode hingga saat ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Dapat dilihat dari Januari 2017 hingga saat ini terus bergerak ke menjauhi sumbu X positif, ini menandakan lebih banyak pengunjung yang mengunjungi web tersebut. Dalam hal ranking, website ini di urutan 4005 untuk lokal dan dalam tingkat dunia naik 161.282 peringkat menjadi peringkat 272.622 di dunia. Namun, pada periode Oktober 2016 hingga Januari 2017 mengalami penurunan yang signifikan dalam pengunjung.
Gambar 6. Peringkat website
Sumber : alexa.com(2017)

      Dalam hal letak geografis pengunjung, dapat dilihat Indonesia adalah pengunjung terbanyak untuk situs ini dengan jumlah pengunjung 84,3 % yang diikuti oleh Amerika Serikat 6,9 % dan Inggris 4,8 %.
Gambar 7. Letak geografis pengunjung
Sumber : alexa.com (2017)

      Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Bounce Rate pada website tersebut relatif kecil yaitu 28,80 % atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 27 %. Pengunjung setiap harinya juga berkurang sebanyak 35,01% dan waktu berkunjung juga berkurang 44 % menjadi 10 menit 47 detik saja dalam setiap kunjungan.
Gambar 8. Waktu kunjungan
Sumber : alexa.com(2017)

      Jasa Raharja dalam demografi intenet, lebih banyak laki-laki yang mengunjungi dari pada perempuan. Untuk dalam hal pendidikan, banyak diantaranya yang masih berkuliah dibandingkan pendidikan yang sudah kuliah, belum kuliah, atau tidak berkuliah. Dan untuk tempat lokasi akses ke website tersebut adalah lebih banyak dari pekerja dibandingkan diakses di rumah.
Gambar 9. Data pengunjung
Sumber : alexa.com (2017)

      Dari situs mesin pencari, google.com atau google.co.id adalah urutan tertinggi dari sumber pengunjung yang menemukan informasi jasa raharja di mesin pencari.
Gambar 10. Situs rujukan sebelum ke website
Sumber : alexa.com (2017)

      Dari sumber referensi pengunjung. Jasa Raharja pengunjungan tertinggi dengan website trimbunnews.com yang dilanjutkan oleh kompas.com, dan kaskus.co.id
Gambar 11. Sumber referensi pengunjung
Sumber : alexa.com (2017)

Analisis Website BPJS Kesehatan

      Dari tingkat kepopuleran, BPJS pada Januari 2017 dengan perinkat 196 di Indonesia atau 11.331 di dunia, hal ini meningkat 4977 poin jika dibandingkan dengan Oktober 2016.
Gambar 12. Peringkat website
Sumber : alexa.com (2017)

      Berdasarkan dari lokasi pengunjung yang telah diukur dari IP Address, ditemukan 5 negara yang sering mengkases website bpjs-kesehatan.co.id . Pertama, ada Indonesia dengan persentase 91,8% dari total pengunjung yang diikuti dengan negara Inggris 2,6%, selanjutnya ada negara Amerika Serikat 2,2%, kemudian ada negara Belanda 2%, dan negara Singapura 0,2%.

Gambar 13. Lokasi geografis pengunjung
Sumber : alexa.com (2017)

      Dari bounce rate dari periode sebelumnya (Oktober 2016) mengalami penurunan sebesar 1% hal ini menunjukkan bahwa pengunjung website tersebut semakin lama namun, dalam hal pengunjung perhari dan waktu pengunjungan berkurang sebesar 2,11% dan 3% dari periode sebelumnya.
Gambar 14. Waktu berkunjung
Sumber : alexa.com (2017)

      Berdasarkan demografi penggunaan internet dapat dilihat penggunaan website bpjs-kesehatan.co.id . Dari data populasi Laki-laki lebih sering mengakses website ini ketimbang wanita, dalam hal edukasi orang yang sudah berkuliah lebih banyak mengakses dari pada yang jenjang pendidikan sebelumnya, dan orang yang bekerja lebih sering mengakses website ini dibandingkan dengan sekolah atau dari rumah.
Gambar 15. Data pengunjung
Sumber : alexa.com (2017) 

      Dari informasi yang telah kami baca, bahwa misi dari ketiga website memiliki persamaan yaitu  perlindungan akan keselamatan masyarakat. Kami kutip salah satu misi sosial dari ketiga website tersebut :
a.       https://www.jasaraharja.co.id
      Bakti kepada Masyarakat, dengan mengutamakan perlindungan dasar dan pelayanan prima sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
b.      https://www.bpjs-kesehatan.go.id/
      Meningkatkan kualitas layanan yang berkeadilan kepada peserta, pemberi pelayanan kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya melalui sistem kerja yang efektif dan efisien.
c.       https://jiwasraya.co.id
      Membantu setiap keluarga Indonesia memiliki kepastian perlindungan mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera

      Kata Bakti,berkeadlian kepada peserta, membantu setiap keluarga Indonesia adalah salah syarat dari social responsibility (tanggung jawab sosial). Telah dikemukakan pada poin sebelumnya tentang model-model Total Quality Management, sehingga, hal yang cocok untuk menganalisis instansi tersebut adalah metode ISO 26000. Mengapa ISO 26000 ?
      Ketujuh subjek inti yang telah dibahas oleh ISO 26000 telah sesuai dengan apa yang ditujukan oleh misi dari 3 instansi tersebut
a.    Tata Kelola Organisasi : Untuk ketiga instansi, mereka bergerak di bidang asuransi yang mana penerapan keputusannya sesuai dengan tujuan, untuk website jiwasraya.co.id, ia mengungkapkan secara jelas core value dari perusahaan itu yang disingkat oleh PASTI
b.      Hak Asasi Manusia : Poin ini telah jelas, bahwa dalam misinya mereka ingin membantu setiap pelanggan atau masyarakat untuk menunjang kesehatannya.
c.   Praktik ketenagakerjaan : Dalam praktiknya, ketiga instansi tersebut selalu membawa brand-nya dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan di tempat umum. Seperti Jasa Raharja yang memberikan santunan kepada korban dan ia menyelenggarakan Mudik Gratis.
d.   Prosedur Operasi yang wajar : Ketiga instansi tersebut mempunyai visi dan misi yang wajar serta tidak berlebihan.
e.       Isu Konsumen : Ketiga instansi tersebut mempunyai layanan pengaduan. Untuk Jiwasraya (021-1500151), BPJS (021-1500400), dan Jasa Raharja (021-1500020). Nomor telepon mereka cenderung sama.
f.   Pelibatan dan Pengembangan masyarakat : Seperti halnya BPJS, mereka memberikan pinjaman renovasi Rumah senilai 50 juta bagi masyarakat  (KPR), Jasa Raharja menggelar Mudik Gratis dan menaikkan biaya santunan, dan Jiwa Sraya mengubah pemikiran masyarakat menjadi insurance minded.

4.      PENUTUP
Kesimpulan
      Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis perbandingan website lembaga asuransi pemerintah antara lain :
1.   Dari ketiga website yang kami analisis, peringkat pertama dalam hal pengunjung paling banyak adalah bpjs-kesehatan.go.id.
2.     Dalam hal tampilan ketiga website tersebut mempunyai fitur responsive design dengan tipe yang berbeda-beda. Berbeda dengan jiwasraya.co.id dan jasaraharja.co.id, bpjs-kesehatan.go.id mempunyai tipe responsive tersendiri yaitu dengan menggeser container bloknya sehingga tulisan menjadi kecil dan sulit dibaca jika dilihat menggunakan handphone.
3.      Bounce Rate terendah yaitu dengan website jasaraharja.co.id ketika kami analisis, ternyata website ini memiliki design yang baik serta responsive web yang juga baik, serta website ini memiliki fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh kedua website lainnya seperti Annual Report, layanan E-Learning, Aplikasi handphone Siap-JR, dan E-Procurment yang menyebabkan pengunjung cukup bertahan lama di website ini.
4.      Dalam hal demografi internet, bpjs-kesehatan.co.id ialah satu-satunya website yang kami bandingkan mempunyai segala jenis rentang pendidikan mulai dari tidak  bersekolah hingga lulus kuliah dibandingkan dengan website asuransi lainnya yang memiliki pendidikan formal.
5.      Dari delapan model dari TQM yang sudah disebutkan pada makalah ini, model TQM yang cocok diterapkan pada website asuransi pemerintah seperti bpjs-kesehatan.go.id, jiwasraya.co.id, dan jasaraharja.co.id adalah iso 9000 dan iso 26000.
Saran
     Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan. Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.

5.      DAFTAR PUSTAKA
Basuki, Murya Arief. 2009. “Analisa Website Universitas Muria Kudus”. Vol. 2, No. 2. Kudus : Universitas Muara Kudus.
Santoso, Budhi. 2014. “Analisis Perbandingan Website Perpustakaan UII dengan Website Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta (UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, dan ISI)”. Vol 1, No. 2. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
Semy, Ana. 26 Januari 2011. “Macam-Macam Metode Penelitian”. http://wacanakeilmuan.blogspot.co.id/2011/01/macam-macam-metode-penelitian.html

Jumat, 27 Januari 2017

Implementasi Internet of Things dalam Bidang Pemasaran

    Kemajuan teknologi yang terus berkembang dengan pesat hingga saat ini membuat para perusahaan menyediakan berbagai macam program untuk membantu mengembangkan produk berbasis Internet of Things. Internet of Things (IoT) merupakan sebuah istilah yang belakangan ini mulai ramai ditemui namun masih sedikit yang mengerti arti dari istilah ini. Nah! pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang apa itu Internet of Things (IoT) dan pengimpementasian Internet of Things (IoT) dikota yang dikenal dengan kemewahannya yaitu Dubai. Penasaran? Yuk kita bahas..

Pengertian Internet of Things (IoT)


     Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Banyak yang memprediksi bahwa Internet of Things adalah “the next big thing” di dunia teknologi informasi, hal ini karena Internet of Things menawarkan banyak potensi yang bisa digali. Adapun kemampuannya seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet.

      Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun.Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung. Banyak manfaat yang didapatkan dari internet of things. Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien. Kita juga bisa mendeteksi pengguna dimanapun ia berada.

Implementasi Internet of Things
   
     Sebagai salah satu kota di Uni Emirat Arab, Dubai berkembang menjadi kota dengan segala kemewahannya. Deretan gedung pencakar langit yang dilengkapi dengan fasilitas kelas atas berdiri di sini. Salah satu yang bisa dijumpai setiap hari adalah keberadaan smart mall. Dari namanya saja sudah bisa ditebak jika smart mall adalah tempat untuk berbelanja dengan memanfaatkan teknologi canggih.
Layar LCD smart mall
        Smart mall berdiri sejak tahun 2015 atas kerjasama antara UAE Telco Etisalat dan Dubai’s Roads and Transport Authority (RTA). Kios yang diberi nama ‘Smart Mall’ ini dapat ditemukan di 5 titik pusat keramaian di Dubai, antara lain Mall of the Emirate, Damac Properties, Dubai Internet City, Abu Dhabi Commercial Bank juga Baniyas Station.Kios pintar ini baru ada pertama kali di Dubai belum ada di negara lain.


          Smart mall ini memungkinkan warga Dubai berbelanja kebutuhan sehari-hari hanya lewat layar LCD besar. Pembeli hanya perlu menekan dan menggeser produk dilayar LCD sesuai keinginan untuk menentukan barang-barang yang dibutuhkan dengan menekan tombol start shopping lalu barang-barang yang sudah dipilih akan dikumpulkan ke dalam keranjang belanja virtual. 


        Jika ingin membatalkan barang belanjaan, pembeli tinggal menekan tombol silang yang ada di samping daftar belanjaan. Setelah selesai memilih barang tinggal press tombol check out. Selanjutnya pembeli diminta memasukkan nomor telepon lokal. Untuk sistem pembayarannya, menggunakan kartu kredit atau debit dan barang yang sudah dibayar akan dikirim sesuai waktu dan tempat yang sudah ditentukan oleh pembeli. Selanjutnya, RTA telah mengusahakan untuk menambah opsi pembayaran lain, misalnya memakai debit dari tagihan telepon selular.

Memasukkan data pembeli untuk check out barang
         Mall ini sekilas seperti sebuah mini market atau kios yang menjual berbagai keperluan sehari-hari, misalnya aneka sayuran, sabun, sampo hingga snack. Untuk saat ini, smart mall masih menyediakan kebutuhan sehari-hari, namun kedepannya berbagai berbagai barang elektronik dan pakaian juga akan di jual di sini.

Bisa dibayangkan yaa kalau Smart Mall ini ada di Indonesia! Semoga negara kita lekas ketularan ya.

Sumber :

Sabtu, 12 November 2016

Desain dan Struktur Organisasi



1.    Pentingnya Struktur dan Desain Organisasi

            Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan. Ini artinya:
  • Mengorganisasi tugas dalam cara-cara yang paling efisien dan efektif agar tidak ada duplikasi pekerjaan.
  • Mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau pekerjaan dapat diselesaikan
  • Menjelaskan kewenangan, peran, dan tanggung jawab.Namun struktur dan desain organisasi tidak sekadar suatu sarana (means) untuk menjamin agar berbagai aktivitas dikelola dalam cara yang paling efisien. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak jelas.
            Studi klasik dan manajemen keilmuan (scientific management) berfokus pada “one best way” untuk menata organisasi , teori kontingensi berargumen bahwa tidak ada satu struktur dan desain organisasi yang tepat untuk diterapkan bagi setiap – malahan manajer dituntut untuk tahu dengan jeli struktur mana yang “paling tepat”. Karenanya, manajer perlu memahami bagaimana menciptakan struktur dan desain organisasi sambil mempertimbangkan kemajuan teknologi, kekuatan individual, dan sebagainya. Untuk itu, mereka perlu menganalisa kondisi organisasi dan lingkungannya, menentukan desain terbaik, mengimplementasikan, secara kontinyu memonitor dan mengkaji struktur dan desain agar tetap efektif.

2.    Beberapa Pendekatan Dalam Proses Departementalisasi

            Departementalisasi merupakan proses penentuan bagian bagian dalam organisasi yang akan bebrtanggungjawab dalam melakukan bermacam jenis pekerjaan yang telah dikategorikan berdasarkan faktor-faktor tertentu. Dalam mendesain organisasi, khusunya dalam prosesdepartementalisasi, ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan oleh organisasi, yaitu pendekatan berdasarkan fungsional, berdasarkan produk, berdasarkan pelanggan, berdasarkan geografis, dan berdasarkan matriks.
  • Pendekatan Fungsional
      Berdasarkan pendekatan ini, proses departementalisasi dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi tertentu yang mesti dijalankan dalam sebuah organisasi.

  • Pendekatan Produk
          Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan jenis produk yang dibuat oleh organisasi.

  • Pendekatan Pelanggan
         Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan karateristik pelanggan yang menjadi sasara pelanggan dari organisasi.

  • Pendekatan Geografis
      Penetuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan wilayah geografis di mana organisasi beroperasi.

  • Pendekatan Matriks
     Pendekatan departementalisasi terakhir yang diperkenalkan adalah pendekatan matriks. Pendekatan ini pada dasarnya merupaka n proses departementalisasi yang menggabungkan antara pendekatan fungsional dengan pendekatan lain, misalnya berdasarkan proyek tertentu, produk tertentu, ataupun berdasarkan pendekatan lainnya.

3.    Model-model desain organisasi

       Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Disain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu¬san dan besaran satuan kerja.

           Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

a.   Desain Organisasi Mekanistik.

  • Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
  • Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
  • Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
  • Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
  • Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
  • Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

b.   Desain Orgranisasi Orgranik.

  • Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
  • Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
  • Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
  • Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
  • Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
  • Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
  • Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.
  • Desain struktur subunit didesain sesuai dengan kontinummekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai demgam desain mekanistik.
  • Desain teknik integratif tekhnik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.
4.    Implikasi Manajerial

           Kesimpulan nya Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini bertujuan untuk tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah dengan untuk mencapai tujuan

Sumber :

Sabtu, 05 November 2016

Tren Inovasi Teknologi Masa Depan

           Holla readers..  ketemu lagi nih kita di artikel terbaru saya yang tentunya bakalan membahas mengenai seputar Inovasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Readers, pernah terpikir ngga sih dibenak kalian apa aja yaa inovasi teknologi yang bakalan tercipta di masa depan? Nah.. sesuai dengan judul artikelnya, saya akan membahas beberapa tren inovasi teknologi pada masa yang akan datang. Cekidot...

1.   Body Password




     Pada masa sekarang, kata sandi atau password yang dipakai sangat beraneka ragam. Dari password yang menggunakan angka, hutuf, pattern, dan bahkan knock lock. Tapi seiring berjalannya berkembangan teknologi, sekarang password menggunakan sensor untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang menjadi password seperti jari, wajah, dan retina mata. Jadi pengguna tidak perlu susah-susah menghapal dan mengingat password yang ia gunakan. 

         Di masa depan, sensor juga akan jadi hal yang biasa kita temui. Begitu masuk rumah sakit, saat menggunakan sarana transportasi publik, begitu masuk pintu kantor, masuk mall, masuk supermarket, masuk mobil, dan sebagainya. Sensor juga akan menjadi bagian dari penggunaan internet dan perangkat mobile kita sehari-hari. Mungkin dari situ, data-data kita akan langsung terdeteksi.

2.   Infrared Virtual Keyboard



     Papan ketik virtual yang bisa diproyeksikan dan disentuh pada permukaan apapun pada permukaan yang rata. Papan ketik ini menyaksikan pergerakan jari pada hasil proyeksi papan ketik dan mengartikanya sebagai ketikan yang menimbulkan karakter yang diinginkan. Papan ketik ini berbeda dengan papan ketik biasa. Papan ketik biasa masih memerlukan alat elektronik sebagai medianya, tetapi papan ketik virtual ini tidak terbatas memakai alat elektronik apapun.

        Papan ketik proyektor memiliki tiga cara dalam proses kerjanya. Cara pertama melalui sinar laser yang memproyeksikan papan ketik virtual pada permukaan yang rata. Kedua, sensor kamera pada proyektor menerjemahkan pergerakan tangan dan jari pengguna pada permukaan tempat diproyeksikanya papan ketik virtual. Ketiga, posisi jari yang terdeteksi pada koordinat tertentu di papan ketik virtual menentukan karakter apa yang akan muncul sesuai dengan koordinat tersebut.

3.   Health Tracker



           Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kita. Maka dari itu diciptakanlah alat yang dapat membantu kita menjaga kesehatan seperti mengingatkan kita untuk olahraga, mendeteksi detak jantung, tekanan darah, kesehatan mata, dsb. Masa sekarang kita kemungkinan dapat menemukannya diaplikasi smartphone kita. Tapi dimasa depan bisa saja alat kesehatan tersebut berbentuk kacamata, baju, gelang, cincin, kalung, atau bahkan anting. Who knows?

Nah.. itu dia beberapa penjelasan tren inovasi teknologi yang akan datang. Jika readers ada yang punya informasi selain diatas, jangan sungkan ditulis dikomentar yaa.. Terima kasih sudah membaca^^

Referensi :

Kepemimpinan


ARTI PENTING KEPEMIMPINAN
        Kepemimpinan atau leadership adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

TEORI KEPEMIMPINAN

1. Teori Sifat :

             Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.

2. Teori Perilaku :

               Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku :

          Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.

3. Teori Situsional :

             Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah :
  • Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas.
  • Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan.
  • Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan.
  • Norma yang dianut kelompok.
  • Rentang kendali.
  • Ancaman dari luar organisasi.
  • Tingkat stress.
  • Iklim yang terdapat dalam organisasi.
TIPOLOGI KEPEMIMPINAN

          Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok. Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:

1. Tipe Otokratis.

            Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2. Tipe Militeristis

        Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3. Tipe Paternalistis.

                 Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik.

                  Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.

5. Tipe Demokratis

      Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN

           Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.

IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

             Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.



KESIMPULAN

                Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mangerjakan sesuatu. Seseorang dikatakan pemimpin apabila dia mempunyai pengikut atau bawahan.Bawahan pemimpin ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu. tipe-tipe kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu tipe otokratis, militeristis, paternalistis, karismatis dan tipe demokratis. Tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin besar bobot dari keputusan yang diambilnya


Sumber :

 

The Little Zebra Template by Ipietoon Cute Blog Design